Pengertian Survival
Banyak
versi tentang pengertian survival. Survival berasal dari bahasa inggris survive
atau to survive yang artinya bertahan hidup. Yang dimaksud disini adalah
kemampuan untuk dapat bertahan hidup dari keadaan yang kurang menguntungkan
sampai terjalin komunikasi dengan pihak luar. Survival dapat juga diartikan
sebagai upaya untuk mempertahankan hidup dan keluar dari keadaan yang sulit
atau kritis. Dalam arti yang sempit, survival digunakan dalam kaitan dengan
keadaan-keadaan darurat yang terjadi karena terisolasinya seseorang atau
sekelompok orang (disebut sebagai SURVIVOR) akibat suatu musibah atau
kecelakaan. Keadaan tersebut antara lain tersesat di hutan, terdampar di pulau
atau pesawat yang terjatuh disuatu tempat asing. Akibatnya survivor mengalami
kesulitan berkomunikasi dengan masyarakat luas dan dengan demikian sukar
mendapatkan bantuan atau pertolongan yang diperlukan.
Jika anda tersesat atau mengalami
musibah, ingat-ingatlah arti survival ini, agar dapat membantu anda keluar dari
kesulitan. Dan yang perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah “STOP”
yang artinya :
S : Stop & seating / berhenti dan duduklah
T : Thingking / berpikirlah
O : Observe / amati keadaan sekitar
P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang
harus dilakukan
Ada beberapa aspek yang akan
muncul dalam menghadapi survival:
1. Psikologis : panik,
takut, cemas, kesepian, bingung, tertekan,bosan, putus asa dll.Pengaruh psikologis yang disebabkan karena perasaan terasing
2. Fisiologis : sakit,
lapar, haus, luka, lelah, dll.Pengaruh Fisikologis yang disebabkan karena
kelelahan, dan kurang tidur
3.
Lingkungan : panas, dingin, kering, hujan, angin,
vegetasi, fauna, dll.Pengaruh lingkungan yang disebabkan karena beratnya
medan.Ada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan dalam melakukan
survival, selain faktor keberuntungan (nasib baik/pertolongan Tuhan tentunya),
yaitu:• Semangat untuk mempertahankan hidup.• Kesiapan diri.• Alat
pendukung.Beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi dalam menghadapi survival
:Perlindungan terhadap ancaman :• cuaca, • binatang, • makanan/minuman•
penyakitMenurut jumlah orangnya survival ada dua macam yaitu survival individu
dan survival kelompok..•Dalam survival individu atau sendiri, akan mengundang
rasa kesepian dan bosan selain rasa takut dan panik. Kesepian dan bosan adalah
masalah besar yang harus segera diatasi dan dihindarkan. Karena hal tersebut
akan dapat membuat perasaan tertekan yang bisa menghilangkan semangat dan
keinginan untuk hidup. Kesepian dan bosan hanya bisa ada dalam suatu lamunan
yang disetujui oleh tindakan dan pikiran. Untuk mengatasinya selalu bekerjalah
untuk hal yang perlu dikerjakan akan bisa menghindari rasa sepi dan
bosan.•Survival kelompok lebih baik dari pada survival sendiri, tersedianya
banyak tenaga untuk melakukan pekerjaan dan adanya teman untuk berkomunikasi
yang dapat menghilangkan rasa sepi dan bosan. Namun, setiap orang tidak akan
sama dalam menghadapi sesuatu yang dihadapinya. Dalam keadaan ini kecenderungan
orang akan bertindak untuk kepentingan dirinya sendiri dengan mengabaikan
kepentingan bersama. Untuk menjaga hal tersebut, dan kebersamaan tetap terkontrol
maka sebaiknya dipilih seorang pemimpin untuk mengkoordinasikan setiap anggota
kelompok.
Tugas dari pemimpin dalam survival ini adalah;
- Menyusun rencana yang melibatkan seluruh anggota
dan keselamatan menjadi milik bersama.
- Lakukan pembagian tugas pekerjaan kepada setiap
anggota. Sesuaikan tugas dengan kondisi tiap anggota. Dengan pembagian tugas
pekerjaan akan cepat diselesaikan dan membina rasa kebersamaan.
- Kembangkan rasa kebersamaan dan kepercayaan di
dalam kelompok. Sekali lagi, keputusan yang salah dalam menentukan suatu
keputusan akan berakibat kematian. Untuk itu kita harus benar-benar dalam
setiap mengambil keputusan.
Ada beberapa langkah yang
direkomendasikan dalam melakukan survival antara lain:
1.
Mengkoordinasikan anggota, bila beberapa orang,
pilihlah salah seorang dari kelompok sebagai
ketua. Seorang ketua sangat diperlukan
untuk mengatur dan menentukan keputusan bila terjadi perselisihan.
2.
Melakukan pertolongan pertama, obatilah anggota yang
sakit agar tidak menjadi lebih parah. Dalam keadaan seperti ini penyakit yang
ringan dapat berkembang bahkan dapat menyulitkan kita nantinya.
3.
Melihat kemampuan dan keadaan anggota kelompok, hal
ini akan berguna dalam pembagian tugas. Bedakan berdasarkan kondisi kesehatan,
fisik dan mental. Karena jika salah memberikan tugas pada seseorang akan
menghambat rencana bahkan dapat berakibat fatal.
4.
Mengadakan orientasi medan, usahakan untuk mengetauhi posisi kita,
kemungkinan pemukinan penduduk, dan perkiraan jalan keluar.
5.
penjatahan makanan, perhitungkan jumlah makanan yang
tersedia, jumlah anggota, perkiraan waktu. Disamping itu, mencari sumber
makanan yang harus diusahakan dari luar rencana penjatahan. Mengenai cara
mendapatkan makanan dan air akan dibahas lebih lanjut.
6.
Membuat rencana kegiatan dan pembagian tugas, rencana
yang dibuat se-rasional mungkin dan berdasarkan pertimbangan yang matang.
Pembagian tugas sesuaikan dengan kondisi saat itu.
7.
Usahakan menyambung komunikasi dengan dunia luar,
jangan melakukan hal-hal yang berlebihan terlebih menguras tenaga kita.
tandailah jalan yang telah kita lewati dan mencari perhatian dengan cara
membuat asap, menjemur pakaian di tempat tinggi dan atau terbuka, memantulkan
sinar matahari dengan cermin dan lain-lain.
8.
Mencari pertolongan. Selalu dan selalu berusaha
mencari pertolongan. Buatlah kode-kode dari darat ke udara yang dapat membantu
tim penolong, khususnya yang mencari survivor lewat udara. Tanda-tanda yang
diberikan harus berukuran cukup besar, menyolok, kontras dengan warna latar
belakangnya, dan ditempatkan di tempat yang mudah terlihat dari udara dan atau
dari kejauhan. Isyarat boleh dibuat dari benda atau bahan apa saja yang mudah
diperoleh.
Kehidupan
merupakan salah satu karunia Tuhan yang paling berharga. Dan hidup manusia amat
berharga dari detik ke detik, tak peduli apakah orang itu jelek ataupun baik
kelakuannya. Karena itu mempertahankan hidup merupakan kewajiban bagi setiap
manusia. Batas kemampuan manusia dalam berusaha adalah ”PINGSAN ATAU MATI”
sebelum itu terjadi pantang bagi kita untuk putus asa. Sebelum ajal berpantang
untuk mati. Berhasil atau tidaknya keluar dari keadaan tidak menentu ini, semua
tergantung pada diri kita sendiri. Awal dari keberhasilan kita adalah menanamkan
atau menumbuhkan dari semangat “HARUS HIDUP”. Tanpa semangat itu, kecil
kemungkinan dapat keluar dari keadaan ini.
Setelah mendapatkan
semangat “HARUS HIDUP” maka kebutuhan yang harus dimiliki seorang survivor
adalah :
1.Sikap mental yang mendukung survival diantaranya
; semangat, percaya diri, akal sehat, disiplin dan rencana kegiatan yang
matang, serta kemampuan belajar dari pengalaman.
2.Pengetahuan, terutama pengetahuan yang
berhubungan dengan tehnik survival yaitu ; cara membuat tempat perlindungan
(bivak), pengetahuan cara memperoleh air dan makanan, membuat api, orientasi medan dan lain-lain.
3.Pengalaman dan Latihan, Survival adalah seni dan
perlu kreativitas untuk menjalaninya, semakin kreatif seseorang maka semakin
besar peluang orang tersebut untuk tetap hidup bahkan bisa menolong nyawa orang
lain. Oleh karena itu pengalaman dan latihan sangat menentukan keberhasilan.
4.Peralatan atau Survival Kit, biasakan SELALU
membawa survival kit dalam setiap perjalanan. Karena dengan memiliki survival
kit, satu set perlengkapan sudah dimiliki untuk keadaan darurat. Isi kotak
survival kit diantaranya ; korek api kedap udara, lilin, kaca pembesar, cermin,
jarum dan benang, kail dan senarnya, sol sepatu dan benangnya, kompas, senter
kecil, dan obat-obatan. Survival Kit Survivaal Kit adalah satu set peralatan
atau suatu kotak/tas peralatan survival yang umumnya dapat digunakan untuk
semua jenis daerah seperti gungng, hutan, padang
pasir dan pantai serta laut. Perlengkapan yang harus ada dan di siapkan dalam
Survival Kit adalah :
• Korek Api.
• Lilin.
• Batu api.
• Kaca pembesar.
• Jarum dan benang.
• Kail dan senar.
• Kompas.
• Senter kecil.
• Kawat jerat.
• Kawat gergaji.
• Pisau.9
•Tali.
•Obat – obatan, seperti : analgetik, anti mencret,
anti gatal, anti malaria, anti biotik
Peralatan Survival Kit Obat-obatan yang harus di
persiapkan dalam survival kit diantaranya yaitu:
•Analgetik ; Ponstan, Antalgin, Metancuron,
Naspro, Aspirin dll.
•Anti Mencret ; motilex, Lodya, Entrostop, dll.
•Anti Gatal ; CTM, benadryl tab/inj, Insidal, dll.
•Anti Malaria
•Anti Biotik ; Ampicilin Dll.
•Plester ; Plester Kupu-kupu, handiplas, dll.
Gambar Obat-ObatanII.
Air
Dalam keadaan survival maka air merupakan faktor
terpenting dan lebih penting dari faktor lainnya. Manusia dapat hidup dengan
air saja hingga ± 3 minggu. Tapi manusia hanya bisa bertahan hidup tanpa air
3-5 hari. Jika kita kesulitan dalam memperoleh sumber air, maka cara dibawah
ini dapat dicoba untuk mendapakan air. Air dapat dibedakan menjadi dua yaitu:10
a. Air yang tidak perlu dimurnikan Ciri-cirinya :
tidak berwarna, berasa, dan berbau.Contoh air : air minum, dari tanaman rotan,
dari tanaman bunga, lumut dan daun-daun yang lebar
b. b.Air yang perlu dimurnikan Ciri-cirinya :
berbau, berwarna, dan berasa Contoh air : air sungai besar, air di daerah yang
berbatu, air di daerah sungai yang kering, air dari batang pohon
pisang.1.Galilah lubang sedalam kira-kira 30-50 cm dengan diameter yang lebih
besar dari nesting / rantang (apa pun yang dapat digunakan untuk menampung air)
2.Potonglah ranting kering dengan panjang kira-kira 50 cm, siapkan selembar
plastik yang cukup lebar (bisa juga menggunakan ponco / jas hujan). 3.Letakkan
nesting / rantang di dasar lubang, tegakkan batang / ranting tadi dan tutupi
dengan pastik, jangan lupa letakkan batu disekelilingnya agar tidak mudah
bergeser. (lihat gambar 1) 4.Tunggulah air menguap dari permukaan tanah. Gambar
2, teknik pembuatannya sama dengan gambar 1 hanya saja dibuat tumpukan daun
kering disekelilingnya dengan jarak yang cukup agar ponco / plastik tidak
meleleh, dan nyalakan api di ranting tersebut (perhatikan api jangan terlalu
besar). Tunggulah air yang menguap dari permukaan tanah (hal ini dapat
dilakukan kapan pun).
Cara lain untuk mendapatkan air :
Hujan : tampung air hujan dengan daun-daun yang
lebar alirkan ketempat minum kita / tampung dengan ponco/ juga memeras sapu
tangan dan slayer bersih yang terkena hujan lalu teteskan kedalam mulut.
Tanah batu : carilah mata air pada tanah / yang
berbatu namun hanya terdapat mata air. Kapur mudah di larutkan sehingga mudah
dibentuk saluran air. Jika dilembah umumnya sangat gaspor carilah ke lembah air
/ saluran air pada dinding lembah yang memasang aliran kapal pada daerah yang
dekat dengan granit. Carilah pinggiran rumput yang hijau tumbuh sampai meropas
pada lubang itu
Tanah campur : carilah air di lembah dekat dengan
permukaan air tanah. Carilah lubang air yang mengalir yang terdapat di sebelah
atas permukaan tanah termasuk aliran sungai gembur tetapi ingat air ini dapat
kotor sekali dan berbahaya.
Daerah pantai : tanah air dibukit-bukit /galilah
air pasir lembah untuk memerangi rasa air asin saringlah dengan pasir. Jangan
meminum air laut karena dapat menyebabkan dehidrasi dan merusak ginjal.
Sumber air yang dapat langsung diminum.Pertama
adalah air hujan.
Meskipun kadang air hujan mengandung asam pada
prinsipnya air hujan dapat diminum langsung, hanya diperlukan cara untuk
mengumpulkannya. Cara mengumpulkan air hujan dapat dengan menggali lubang dan
dipulas dengan tanah liat atau dasarnya dilapisi dengan bahan-bahan yang dapat
menampung air seperti ponco, daun, alumunium foil, kulit kayu, plastik dan
lain-lain. Ada
baiknya setelah mendapatkan air kita masak terlebih dahulu.
Sumber yang kedua
adalah dari tumbuhan dan atau lumut. Kita dapat
memanfaatkan proses respirasi tumbuhan untuk mendapatkan air. Caranya adalah
selubungkan sebuah ranting dan daunnya dengan sebuah kantong plastik yang
ujungnya diikat. Penguapan dari daun akan menyebabkan timbul pengembunan pada
plastik bagian dalam. Pilih bagian daun yang sehat dan banyak daunnya. Pada
lumut kita dapat langsung menyerap air pada lumut dengan bahan yang mudah
menyerap air seperti kain.
Sumber yang ketiga adalah embun.
Pada daerah yang memiliki iklim yang sangat
ekstrim dimana sangat panas di siang hari dan sangat dingin di malam hari, kita
dapat menampung embun sangat banyak. Untuk mendapatkan air kita dapat
menggunakan kain, busa, ponco, plastik dan lain-lain.
Sumber yang keempat adalah tanaman rambat atau
rotan
yang ada di hutan. Potonglah dengan pisau setinggi
mungkin yang dapat dijangkau kemudian potong juga bagian bawahnya yang dekat
dengan tanah. Air yang menetes dari batang tersebut dapat ditampung atau
langsung diteteskan ke mulut.
Sumber yang kelima adalah air yang tertampung pada
daun-daun
yang lebar, biasanya setelah hujan ataupun embun
di pagi hari, pada ruas bambu dan pada bunga kantong semar (Nephenthes sp)
terdapat air. Untuk air yang dari kantung semar sebaiknya dimask dulu karena
sering terdapat serangga yang sudah mati dan berbau.
Sumber keenam adalah dengan memanfaatkan kondensi
tanah.
Dalam hal ini memanfaatkan uap air tanah yang
ditahan kemudian ditampung kedalam suatu tempat. Caranya adalah galilah tanah
dengan kedalaman tertentu kemudian gelarkan plastik diatas lubang tersebut
kemudian ujungnya ditahan. Beri pemberat di bagian tengah plastik penutup
lubang hingga plastik agak masuk kedalam lubang. Sebelumnya telah diletakkan
suatu wadah tepat dibagian tengah pemberat hingga nantinya air akan menetes di
wadah tersebut.
Sumber air yang tidak dapat langsung diminum.
Air yang menggenang. Walaupun kita kadang ragu
akan kebersihannya, dalam keadaan darurat air seperti ini masih dapat
dimanfaatkan. Cara paling aman untuk memanfaatkan air itu adalah dengan
melakukan penyaringan.Air hasil galian di pantai dan atau sungai yang kering.
Air tersebut harus mengalami proses lanjutan yaitu dengan dimurnikan terlebih
dahulu. Caranya adalah ukur jarak sekitar 5 - 7 meter diatas air pasang untuk
melakukan penggalian dengan cara membuat lubang kecil. Air yang didapat dengan
cara ini biasanya tidak mengandung garam. Sebagai catatan air yang segar akan
terletak diatas air yang asin dalam lubang galian tersebut. Air yang didapat
dengan cara ini walaupun agak payau akan tetapi aman untuk dikonsumsi. Apabila
air masih terlalu payau maka dapat dilakukan penggalian dengan penambahan jarak
galian atau dilakukan penyaringan.
Cara penyaringan air.Pertama
penyaringan dapat dilakukan dengan menggunakan
baju kaos yang berlapis. Lebih baik kaos yang berwarna putih karena akan lebih
jelas terlihat apabila kaos penyaring tersebut kotor dapat dibersihkan terlebih
dahulu sebelum dilakukan penyaringan kembali.
Kedua.
Dengan cara melewatkan air kedalam bambu. Tabung
bambu bagian dasar dilapisi dengan kerikil dan ijuk atau bisa digunakan lapisan
dedaunan kering dan rumput kering sebagai penyaringnya. Perlu diingat juga
bahwa cara membersihkan air dapat dilakukan dengan mengendapkan selama 24 jam.
Untuk menjaga kebersihannya maka sebaiknya tempat pengendapan ditutup rapat.
“INGAT! APABILA INGIN MINUM AIR, ambillah sedikit
demi sedikit/ isapan. Jangan langsung minum sebanyak-banyak apabila menemukan
air. Meminum sekaligus banyak hanya akan membuat muntah seseorang yang sedang
kekurangan cairan (dehydrasi) sehingga akan membuat keadaan menjadi lebih
parah.”
Tanda dari hewan ke sumber air.Hewan
bertulang belakang memerlukan air secara tetap.
Hewan memamah biak biasanya hidup didekat air dan akan selalu berusaha di dekat
sumber air. Hewan ini memerlukan air setiap sore dan pagi hari, bekas jejak
hewan ini akan sangat jelas menuju ke lembah ke arah sumber air.
Burung
pemakan buah tidak akan jauh dari sumber air.
Binatang ini minum pada pagi dan sore hari. Apabila burung ini terbang langsung
dan rendah maka itu tanda akan menuju air. Setelah minum burung tersebut akan
terbang dari pohon ke pohon dan sering beristirahat. Pastikanlah lintasan
terbang burung ini maka kemungkinan besar akan bertemu sumber air.
Serangga
sebagai tanda yang baik terutama lebah. Mereka
bisa terbang sekitar 6,5 Km dari sarang tetapi tidak mempunyai jadwal tetap
mencari air. Semut sangat memerlukan air, sekumpulan semut yang berbaris menuju
pucuk pohon untuk mengambil air yang terperangkap di sana. Seringkali penampungan air ini
satu-satunya didaerah yang kering.
Api.
“Kecil jadi sahabat besar jadi musuh” itulah api.
Perapian merupakan hal penting yang harus kita pelajari dalam survival. Fungsi
api dalam survival diantaranya sebagai penghangat tubuh, penerangan, menjauhkan
hewan berbahaya, memasak, memberi tanda-tanda atau kode dll. Bila mempunyai
bahan membuat api yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat api terlalu
besar. Tapi buatlah api yang kecil beberapa buah hal ini lebih baik dan memberi
panas yang lebih merata. Teknik membuat api tampa korek api.
A.Dengan lensa
B. Dengan bordi
C. Dengan 2 batang kayu
D.Dengan 2 buah batu
Api tidak hanya berfungsi untuk memasak bahan
makanan saja, tetapi juga berfungsi untuk menjaga suhu tubuh kita. Selain itu
dengan perapian kita dapat terhindar dari berbagai binatang. Binatang buas yang
takut terhadap api antara lain : serigala, harimau, dan sebagainya. Bila
mempunyai bahan membuat api yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat api
terlalu besar. Tapi buatlah api yang kecil beberapa buah hal ini lebih baik dan
memberi panas yang lebih merata. Membuat perapian merupakan salah satu teknik
hidup di alam bebas yang sangat penting terutama dalam kondisi survival. Banyak
manfaat yang bisa diperoleh dari membuat perapian. Memasak, menghangatkan badan
serta menjauhkan kita dari binatang merupakan bagian darinya. Selain itu
perapian juga memberikan suatu efek psikologi yang besar. Kita akan merasa
tenang dan nyaman jika berada di dekatnya. Namun semakin besar perapian,
pengawasannya juga harus lebih ketat karena kemungkinan terjadi kebakaran
menjadi semakin besar juga. Selain itu kita dituntut untuk sebijaksana mungkin
memilih bahan-bahan kayu yang diperlukan. Selain membuat perapian dalam tungku
(hawu) di rumahnya, beberapa penduduk Cihanjawar yang punya kebiasaan berburu
dan melewatkan beberapa hari di dalam hutan, memiliki teknik membuat api dan
perapian. Mungkin bagi masyarakat Cihanjawar sendiri, membuat perapian seperti
ini tentulah merupakan kebiasaan sehari-hari bagi mereka dan tidak ada yang
menarik. Dari beberapa kali pengamatan, mereka ternyata telah melakukan
prinsip-prinsip dasar dalam membuat suatu perapian yang baik. Namun, terlebih
dulu kita harus kembali mengingat tiga unsur penting dalam membuat suatu
perapian, yaitu panas, bahan bakar dan udara. Setelah ketiga hal ini terpenuhi
maka unsur penyusunan bahan bakar perapian menjadi hal yang sangat penting.
Selalu persiapkan terlebih dahulu bahan bakar yang cukup. Pisahkanlah bahan ini
berdasarkan ukurannya. Pisahkan ranting-ranting kecil dengan ranting yang agak
besar dan batang kayu yang besar. Jika kayunya agak lembab ataupun basah,
sisiklah terlebih dahulu bagian yang basah atau bisa juga dengan membuat
cacahan-cacahan pada batangnya sehingga menyerupai bunga-bunga kayu.
UNTUK URUTAN GAMBAR TOTORIAL MUNGKIN SUATU SA'AT
SAYA BERIKAN..OKKKK
Urutan kerjanya adalah sebagai berikut :
a. Siapkan bahan bakar yang cukup, ambilah
sebatang kayu yang berukuran sedang sebagai tumpuan bawah
b. Lalu dapat dipalangkan dua buah kayu yang juga
berukuran sedang Jangan sampai jarak antara tanah dengan kayu kedua terlalu
tinggi sehingga menyulitkan panas api (pembakaran) sampai ke atas. Hal ini akan
mengakibatkan kayu yang diatas sulit terbakar dan menjadi bara sedangkan kayu
yang telah menjadi bara dibawah akan cepat habis jika tidak diberi “umpan”
lagi.
c. Susun lagi ranting-ranting kecil dengan
memalangkannya di atas kedua kayu yang dibuat diatas, Pastikan ranting-ranting
ini tidak mudah terjatuh/menggelincir ke bawah. Oleh karena itu usahakan kedua
palang kayu tersebut tidak terlalu miring.
d. Susunlah ranting-ranting yang paling kecil
sehingga api yang muncul dapat dengan mudah membakar ranting tersebut. Jangan
menumpuk ranting secara berlebihan
e. Nyalakan api dengan bantuan korek, atau
pemantik (dalam bahasan ini memang kita tidak akan membicarakan bagaimana
membuat api dengan metoda-metoda yang ada tapi lebih mengarah pada pembuatan
perapian) di bagian paling dasar. Gunakan bantuan daun-daun kering atau plastik
sampah.
f. Jika api sudah menjilat ranting-ranting yang
paling kecil, tetap lakukan perautan kayu menjadi bagian-bagian yang kecil dan
digunakan sebagai umpan. Usahakan agar lidah api membakar ranting atau daun
kering untuk memperbesar nyala api.
g. Apabila ranting terlalu ke sisi (sehingga tidak
terbakar), pindahkanlah ke bagian yang “terjilat”oleh lidah api.h. Terus tumpuk
ranting-ranting kayu sambil tetap memberi lubang sebagai sirkulasi udarai.
Perhatikan jarak antara sumber api dengan ranting/kayu yang dibakarnya. Jangan
terlalu jauh dan juga jangan sangat berdekatan.
Bila mempunyai bahan untuk membuat api, yang perlu
diperhatikan adalah jangan membuat api terlalu besar tetapi buatlah api yang
kecil beberapa buah, hal ini lebih baik dan panas yang dihasilkan
merata.1.Dengan lensa / Kaca pembesarFokuskan sinar pada satu titik dimana
diletakkan bahan yang mudah terbakar.2.Gesekan kayu dengan kayu. Cara ini
adalah cara yang paling susah, caranya dengan menggesek-gesekkan dua buah
batang kayu sehingga panas dan kemudian dekatkan bahan penyala, sehingga
terbakar3.Busur dan gurdiBuatlah busur yang kuat dengan mempergunakan tali
sepatu atau parasut, gurdikan kayu keras pada kayu lain sehingga terlihat asap
dan sediakan bahan penyala agar mudah tebakar.Bahan penyala yang baik adalah
kawul terdapat pada dasar kelapa, atau daun arenDalam menyalakan api khususnya
didaerah yang lembab, persiapkan tipe bahan sebagai berikut;
a. Tinder (penyala),
material kering yang akan menyala dengan panas
atau suatu percikan api.
b. Kindling (pemancing),
material yang sudah disiapkan dan gampang menyala
yang akan ditambahkan setelah bahan tinder menyala.
c. Fuel (bahan bakar),
material ini diperlukan saat api sudah menyala
besar dan baru dibutuhkan bahan pembakar yang agak besar dan terbakar secara
pelahan-lahan.Untuk daerah yang lembab (hutan hujan tropis) seperti kebanyakan
hutan di Indonesia
cara efisien dan efiktif adalah menggunakan korek api dan lilin agar tidak
cepat mati. Akan tetapi apabila tidak korek api, ada beberapa cara yang dapat
dicoba. Tetapi ingat cara ini memerlukan ketekunan dan kesabaran. Cara-cara
yang dapat dilakukan diantaranya;a. Menggunakan lensa / kaca pembesar / lupb.
Mengesekan kayu/bambu dengan kayu/bambu (keduanya harus kering)c. mengesekkan
pisau dengan batu dan atau batu dengan batu.Tapi ingat, ketiga cara diatas
tidak direkomendasikan di hutan yang lembab (Indonesia). Oleh karena itu bawalah
selalu SURVIVAL KIT dalam setiap perjalanan. Setelah dapat membuat api maka pengetahuan
memasak dalam survival juga perlu untuk dipelajari. Memasak dalam survival
adalah memberikan perlakuan terhadap bahan yang tersedia di alam untuk
dimanfaatkan (dimakan). Tujuan dari memasak diantaranya; mengadakan
sterilisasi, membuat bahan makanan agar mudah dicerna, menambah kenikmatan, dan
lain-lain.Apabila kita membawa peralatan memasak lengkap tentu tidak akan
menjadi masalah. Akan tetapi apabila peralatan kita minim atau bahkan tidak
membawa peralatan masak kita bisa menggunakan fasilitas dari alam sebagai
sarana. Cara memasak tersebut diantaranya;a. Memasak dengan menggunakan kaleng
bekas, pastikan kaleng yang akan kita gunakan bersih.b. Dengan menggunakan
bambu, ambillah batang bambu yang masih muda / masih hidup. Potong sesuai
ukuran yang diperlukan. Masukkan beras atau bahan makanan dalam lubang bambu
kalau perlu tambah air. Masukkan bambu tersebut ke dalam bara api.c. Memasak
dengan menggali lubang di tanah, buatlah lubang di tanah secukupnya. Lalu daun
tersebut dialasi dengan daun yang lebar yang bisa menahan air. Masukkan beras
yang telah di cuci dan direndam beberapa saat ke lubang tersebut. Tutup dengan
daun yang telah kita sediakan, selanjutnya tutup kembali dengan tanah. Buat api
unggun diatasnya yang tidak terlalu besar tetapi menyala dengan konstan. Tunggu
beberapa saat, lalu kita buka lubang tadi dan selanjutnya nasi siap untuk
dimakan.d. Memasak dengan menggunakan kelapa muda, ambil buah kelapa yang masih
muda. Lalu kupas ujung bagian atasnya yang berfungsi sebagai lubang. Masukkan
beras yang kita cuci kedalam buah kelapa tadi. Masukkan buah kelapa yang telah
diisi beras tersebut kedalam bara api, tunggu dan beberapa saat sampai nasi
matang.Banyak fasilitas dari alam yang dapat kita gunakan sebagai sarana
memasak. Hal ini tergantung pada kreatifitas dari survivor
Etika Membuat Perapian
Terkadang membuat perapian menjadi suatu
perdebatan di kalangan penggiat alam terbuka dan pemerhati lingkungan. Beberapa
hal yang perlu dijadikan perhatian dalam membuat perapian adalah:1. Buatlah perapian
yang secukupnya, tidak terlalu besar dan membutuhkan bahan bakar kayu yang
banyak, sesuaikan dengan maksud kita membuat perapian.2. Jangan menebang kayu
sembarangan! Walaupun terkadang hal ini sangat kontradiktif dengan pembuatan
perapian, bukan berarti membuat suatu perapian dilarang sama sekali. Yang
diperlukan adalah kebijaksanaan kita saat membuat dan menggunakannya. Pilihlah
kayu yang telah tumbang ataupun mati yang cukup kering/tidak mengandung banyak
air. Cukup banyak ranting-ranting yang telah mati di dalam hutan dan dapat
digunakan daripada melakukan penebangan. Daun-daun kering juga dapat
dipergunakan sebagai “pemancing” dalam membuat perapian.3. Pastikan perapian
yang akan dipadamkan benar-benar telah mati/padam. Setelah itu dikubur dalam tanah.
Perhatikan bagian dasar dari perapian terbuat dari gambut, tanah, atau
akar-akar kayu yang menumpuk. Sebaiknya membuat api di atas tanah karena akar
ataupun gambut dapat terbakar secara menjalar di lapisan bawah tanpa terlihat
oleh kita.
“Membakar hutan lebih mudah dan cepat dibandingkan
dengan menanam pohon”.
Bivak
Bivak adalah tempat perlindungan sementara dari
dalam keadaan kritis atau darurat dalam suatu perjalanan atau pengembaraan.
Tujuan membuat perlindungan adalah nyaman dalam keadaan darurat untuk
melindungi dari faktor alam dan lingkungan.
hal yang perlu di perhatikan dalam pembuatan
bivak:
•Usahakan dirikan bivak di daerah yang datar
•Perhatikan arah mata angin
•Bagian yang berlubang pada bivak letakan dalam
posisi bersilang dengan arah mata angin
•Jangan mendirikan bivak di daerah yang
cekungJangan mendirikan bivak di dekat aliran sungai, tapi harus dekat dengan
sumber air.
•Jangan dirikan bivak di dekat pohon yang sudah
mati walaupun ia masih berdiri tegak
•Bivak jangan sampai bocor
•Jangan telalu merusak alam sekitar
•Terlindung langsung dari angin
•Bukan berada dilintasan binatang buas ada
beberapa macam bahan pembuatan bivak.Secara garis besar di bagi menjadi 2 YAITU
1.bivak alam : pohon (pucuk), daun-daun, gua
(lubang)
2.bivak moderen (ponco) jenis-jenis bivak yang
dapat dibuat :
1. Bivak standart adalah bivak yang dengan tali
diikat dan di rentangkan antara dua pohon pada sisisnya kemudian di atasnya
ditaruh parasut.
2.Bivak sisi terbuka yaitu dengan cara meronpakkan
batang-batang kayu dan daun-daun pada sisinya yag masih terbuka di atasnya.
Daun-daun, ranting-ranting kecil di gunakan agar bivak hangat.
Jebakan ( Trap )
Salah satu keterampilan yang mendukung dalam
melakukan kegiatan survival adalah keahlian membuat trap. Trap ini digunakan
survivor untuk menangkap binatang untuk diambil dagingnya untuk dimakan.
Membuat trap kadangkala memerlukan bahan lainya, seperti : karet, kawat, tali,
dan sebagainya. Maka dari itu barang-barang tersebut tersedia di dalam survival
kit. Dalam pembuatan trap, hendaknya diketahui hewan apa saja yang biasa lewat
atau tinggal di daerah itu. Dengan mengetahui hewan apa yang akan ditangkap,
kita dapat menyesuaikan jenis trap apa yang akan dibuat. Perlu diingat bahwa
trap akan sia-sia jika binatang yang telah terperangkap dapat meloloskan diri.
Maka dari itu pembuatan trap biasanya dalam bentuk yang sederhana tetapi
mempunyai kekuatan yang baik.Untuk mempermudah mendapatkan satwa ini maka kita
memerlukan peralatan atau membuat peralatan sebagai berikut ;•
Tali,
adakalanya dalam keadaan survival diperlukan tali
untuk mengikat sesuatu atau sebagai alat bantu dalam pejalanan, sedangkan tali
buatan tidak tersedia dalam perlengkapan yang dibawa, untuk itu tali dapat
dibuat dari sobekan kain, rotan, akar, bambu atau pilinan/anyaman serat
tumbuhan.•
Pisau,
dapat dibuat dengan menggunakan kulit luar bambu (
sembilu ), pecahan kaca, tulang binatang atau batuan yang diruncingkan
• Memancing,
untuk tali dapat dibuat dari benang kain / pakaian
atau serat tumbuhan, sedangkan mata kail dibuat dari peniti, kawat, duri, kayu
atau tulang•
Racun
. Selain dengan peralatan mancing, mencari ikan
dapat dilakukan dengan menuba, di daerah pedalaman dilakukan dengan menggunakan
akar tuba sedangkan untuk daerah pantai dapat dilakukan dengan menggunakan buah
Baringtonia yang ditumbuk dan ditebarkan ke perairan yang banyak mengandung
ikan.•
Senjata,
dalam keadaan survival terkadang kita memerlukan
senjata untuk mempertahankan diri atau berburu binatang guna keperluan makan,
ada beberapa cara diantaranya dengan memakai tongkat kayu, bambu runcing,
tombak, boomerang, kapak atau panah yang kesemuanya dapat dibuat sendiri dari
bahan yang tersedia.•
Jerat,/Jebakan dan Jaring
. Selain menggunakan senjata, untuk menangkap
khewan dalam kadaan survival, paling praktis adalah dengan membuat jerat
khewan, jenis jerat bermacam macam tergantung jenis serta ukuran khewan yang
akan ditangkap. Jebakan diatas dibuat dengan cara melobangi tanah, jenis
mamalia kecil akan terjebak di dalam lobang karena berbentuk seperti leher
botol, hati-hati dalam mengambil tangkapan karena bisa jadi yang masuk malah
ular berbisa.Jerat yang aman dalam artian, hewan yang kena tidak akan mati
karena jebakannya adalah dengan membuat jerat kaki, hewan yang menginjak
jebakan akan terjerat kakinya.Untuk jenis burung atau dapat menggunakan jaring
yang dipasang diantara dua pohon yang biasa dilalui burung. Burung yang terbang
akan tersangkut di jaring sehingga mudah untuk ditangkap.
Aturan dalam membuat perangkap:
1. hindari terlalu mencemari lingkungan, jangan
pernah meninggalkan tanda-tanda pernah berada di sana.2. hilangka segala
bau-bauan, peganglah perangkap sesdikit mungkin, jika bisa gunakan sarung
tangan. Hilangkan bau manusia pada perangkap dengan cara mengasapi bahan-bahan
perangkap dengan asap api.3. kamuflase, samarkan bekas potongan yang baru pada
kayu yang digunakan sebagai perangkap dengan lumpur. Tutupi tali atau kawat
perangkap yang di tanah agar terlihat lebih alami.4. buatlah dengan kuat,
binatang yang terperangkap akan berjuang untuk hidupnya. Setiap bagian yang
lemah dari perangkap akan segera rusak.19
Trap sangat banyak jenis dan macamnya, karena
dalam pembuatan trap tergantung kepada kreasi survivor. Kita akan membahas lima jenis trap yang
sering digunakan.
1. Trap Menggantung (Hanging Snare)
Perangkap model menggantung ini biasanya
memanfaatkan :a) Kelenturan dahan pohon.b) Patok yang diberi lekukan dan
dihubungkan dengan tali.c) Tali laso yang lalu menghubungkan dahan pohon yang
lentur dengan patok, sehingga apabila laso goyang maka tali pada patok akan
lepas dan dahan pohon akan menarik, hingga akhirnya tali akan
menjerat.Perangkap ini ditujukan untuk menangkap binatang yang cukup besar
seperti : kelinci, ayam, bebek, dan lain lain.
2. Trap Tali Sederhana
Untuk binatang yang berukuran kecil, seperti
burung dapat digunakan perangkap tali sederhana yang diletakan di atas tanah
ataupun digantung. Tali laso yang telah diberi umpan diikatkan pada dahan pohon
atau batu yang berat. Sehingga apabila hewan telah terjerat, tidak bisa pergi
kemana-mana lagi.
3. Trap Lubang Penjerat
Perangkap ini adalah modifikasi dari perangkap
tali dan perangkap lubang. Perangkap ini terdiri dari :a) Tali laso yang
diikatkan pada dahan pohon yang kuat dan diletakan mendatar.b) Lubang perangkap
yang digali, kedalamannya disesuaikan dengan hewan yang akan ditangkap. Mulut
lubang disamarkan dengan dedaunan dan laso diletakan di atas dedaunan
tersebut.c) Diberi umpan di atas dedaunan, ditengah laso.
4. Trap Menimpa
Perangkap lain yang ditujukan untuk menangkap
binatang kecil lainya adalah perangkap menimpa. Perangkap ini memanfaatkan
berat kayu untuk menindih. Model ini dikenal dengan nama Deadfall Snare. Yang
diperlukan dalam pembuatan perangkap ini adalah :
a) Batang pohon besar ditumpukan pada kayu pohon
lainya yang saling menopang.b) Kayu pohon penopang yang saling berhubungan
dengan batang pohon besar dan jika salah satu tersenggol, maka yang lain akan
jatuh dan menimpa.c) Umpan yang diletakan dekat dengan kayu pohon penopang dan
apabila tergerak, maka kayu pohon penopang akan bergeser sehingga batang pohon
besar akan jatuh menimpa.
5. Kombinasi Trap Lubang dengan Trap Menimpa.
Perangkap ini merupakan kombinasi bentuk lubang
perangkap dan perangkap menimpa. Perangkap ini terdiri dari :a) Batang pohon
besar untuk menimpa mangsa.b) Kayu pohon yang saling menopang.c) Umpan.d)
Lubang perangkap lengkap dengan samarannya.Cara kerjanya hampir sama dengan
trap menimpa, tetapi ketika mangsa tertimpa batang, ia akan langsung masuk ke
lubang
Bila Tersesat dalam
melakukan perjalanan (darat, laut, maupun udara) kita berharap selamat sampai
tujuan. Oleh karena itu diperlukan suatu perencanaan yang matang, kemungkinan
hal-hal yang tidak kita inginkan dapat terjadi misalnya tersesat. Faktor yang
menyebabkan diantaranya faktor alam dan faktor manusianya sendiri. Dalam
keadaan seperti ini ada pedoman yang harus diingat yaitu STOP yang merupakan
kependekan dari:S = Stop/siting, berhenti dan istirahatlah kalau perlu sambil
duduk. Usahakan menenangkan pikiran dan JANGAN PANIK!.T = Thinking, gunakan
akal sehat dan selalu sadar akan keadaan yang sedang dihadapi. O = Observe,
amati keadaan sekitar, tentukan arah, manfaatkan alat-alat yang ada dan hindari
hal-hal yang tidak perlu.P = Planning, buat rencana untuk mengatasi masalah.
Jangan lupa pikirkan konsekuensinya bila sudah memutuskan apa yang akan
dilakukan.Walau tidak tentu diharapkan, suatu keadaan yang buruk dalam sebuah
perjalanan bisa terjadi pada siapa saja. Pesawat terbang yang mengalami
kerusakan mesin dan harus mendarat darurat atau perahu yang tiba-tiba karam
karena gelombang adalah resiko yang harus dipertimbangkan. Nasihat pertama dari
para ahli, dalam situasi darurat sebaiknya kita tidak panik. Ada yang menggangap ini cuma teori, saat
membaca petunjuk menghadapi kondisi darurat (seperti di Makalah ini) atau
sewaktu latihan menghadapinya. Tapi bagaimana saat berhadapan dengan kejadian
sesunggunnya? Siapapun dia, tetap bisa mengalami ketakutan dan panik pada
awalnya.Sebuah teori bertahan hidup di alam bebas menyatakan, yang lebih
berbahaya dari sebuah ketakutan adalah kepanikan. Boleh percaya, panik dalam
kondisi darurat justru akan membuat anda lebih cepat pergi ke surga. Nah
mengingat teori ini, mudah-mudahan kita akan lebih tenang jika suatu saat
bertemu situasi darurat. Dalam peristiwa kecelakaan, tak jarang tim penyelamat
butuh waktu cukup lama dalam melakukan pencariaan korban. Tim SAR yang terlatih
sekalipun bahkan harus terbagi atas beberapa kelompok dan melakukan pencarian
melalui udara, darat, atau air sekaligus. Area pencarian yang luas dan beratnya
kondisi alam kadang membuat tim SAR harus bekerja berhari-hari, bahkan dalam
hitungan minggu, ” padahal setiap detik sangat berharga bagi nyawa korban”. Tak
ada pilihan, sementara menunggu penyelamatan, korban harus bisa bertahan hidup
dalam kondisi minim. Gunakan semua persiapan perbekalanbertahan hidup
sebijaksana mungkin, mengingat datangnya bantuan tak bisa di perkirakan. Air
minum, makanan, korek api, atau energi baterai, adalah barang-barang vital
namun terbatas. Buat jadwal dalam pemakaiannya dengan prinsip: ”bantuan belum
akan datang esok hari”. Pilihan lain yaitu bertahan hidup dengan memanfaatkan
kondisi alam sekitar. Hidup mengandalkan alam sekitar sebenarnya tidak seburuk
yang diduga banyak orang, hanya mungkin tidak terbiasa. Dalam kondisi yang
memungkinkan, orang dapat bertahan hidup 3 – 5 hari tanpa air, dan 20 – 30 hari
tanpa makan. Jadi masih ada waktu untuk bertahan bisa bertahan hidup bukan?